Searching...
Sabtu, 12 September 2026

Syari’at Sebagai Pertolongan

Dulu saat saya muda, mendapat suatu ilmu dari salah satu guru yang sangat menarik. Bahwa pendidikan keluarga terbaik. Adalah saat kepala keluarga tersebut saat sedang masa mudanya. Sehingga, saya bingung bagaimana mewujudkan ketika saya menuliskan anak-anak saya dengan sangat ideal.

Sehingga seiring dengan berjalannya waktu saat bertemu realita, bagaimana cara mencapainya ? Dan syari'at lah jawabannya. Bahwa seiring berjalannya waktu, do'a-do'a dan mindset yang kita lakukan akan terus bergerak menuju momentumnya ! 

Inspirasi dari surat Al Jatsyiyah ayat 18 Allah SWT Berfirman =

“ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ "

Artinya = "Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui."

 

Salah satu ilmu menarik yang pernah beliau sampaikan, adalah tentang visi Nabi Ibrahim. Bagaimana 20-26 abad sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, Beliau telah didoakan yang berarti do’a tersebut buah dari mindset kekasih Allah Nabi Ibrahim.


Syari’at adalah islam itu. Menurut salah satu ulama, islam definisikan berupa undang-undang yang sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan. Yang berdasarkan sumber primer, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. 


Dalam salah satu hadits Rasululah SAW juga menyebut bahwa Al-Qur’an adalah bentuk pertolongan dari Allah. 


عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الِلَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبْشِرُوا وَأَبْشِرُوا أَلَيْسَ تَشْهَدُونَ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبٌ طَرَفُهُ بِيَدِ اللَّهِ وَطَرَفُهُ بِأَيْدِيكُمْ فَتَمَسَّكُوا بِهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا وَلَنْدون الحفظ لها

Artiyan : Abu Shurayh meriwayatkan: Suatu hari Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam keluar menemui mereka, seraya berkata, “ Bergembiralah! Tidakkah kalian bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku adalah Rasulullah? ” Mereka menjawab ya. Nabi bersabda, “ Sesungguhnya Al-Quran ini adalah seutas tali. Satu ujungnya berada di tangan Allah, dan ujung lainnya berada di tangan kalian. Berpegang teguhlah padanya, karena kalian tidak akan pernah tersesat atau binasa lagi. ”

Sumber: Ṣaḥīḥ Ibnu Ḥibbān 122


Jadi bersama syari’at dan mengikuti Aturan Allah, berupa mengamalkan Al-Qur’an kita akan selalu yakin pertolongan Allah sehingga tidak pernah tersesat apalagi binasa !


0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!